KAPOLRESTABES Meresmikan Posko, Dan Peringatan Waspada Pengedaran Narkoba

SitusViral – KAPOLRESTABES Medan Kombes Dadang Hartanto memberikan nasi tumpeng pada Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Priambodo SIK.

Indonesia : Kapolrestabes Medan Kombes, Dadang Hartanto menegaskan, sekarang ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Indonesia selalu dibanjiri narkoba. Diduga sebanyak 250 ton sabu dari luar negeri masuk ke Indonesia.

Korban meninggal karena konsumsi barang haram ini makin tambah Perhari 50 orang tewas serta 15 ribu orang meninggal dalam satu tahun. Penyebarannya juga makin masif, telah mencapai kesemua pelosok negeri.

Penggunanya dari beragam kelompok mulai orang dewasa hingga anak-anak. “Diprediksi 250 ton sabu masuk ke Indonesia. Ini ancaman berat untuk kita, ” kata Kapolrestabes waktu resmikan Posko Pengaduan Indikasi Tangkap Lepas Narkoba di Polrestabes Medan, Selasa (6/3).

Peresmian posko itu di hadiri beberapa Kapolsek, penggiat Narkoba serta BNN Sumut. Dia menyebutkan, banyak negara didunia menyuplai narkotika ke Indonesia Ramainya peredaran narkoba di Indonesia disebut-sebut mempunyai tujuan untuk menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

“ Indonesia sekarang ini darurat narkoba. Banyak narkoba datang dari luar negeri diprediksikan 250 ton masuk Indonesia. Beberapa telah di tangkap, paling akhir 1, 6 ton oleh BNN dengan Polrestabes serta BNN Sumut, “ kata Kapolrestabes.  Dia menyebutkan, narkoba musuh kita dengan, polisi serta BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas barang haram itu. Peranan orang-orang serta semuanya pihak begitu diinginkan. ”Polisi serta BNN begitu memerlukan peranan semuanya pihak, ” tegasnya

Baca Juga : Jadwal Pertandingan NBA, Senin 26 Februari 2018

.

Dadang menyebutkan, dengan 15 kg sabu saja sangatlah fantastis untuk menghancurkan generasi bangsa ini. Indonesia adalah market share atau market yang mengundang selera karna banyak beberapa orang yang bisa dipakai jadi pengedar serta pemakai Narkoba “Kejahatan narkoba ini adalah kejahatan yang begitu mengagumkan (extra ordinarycrime) jadi beberapa langkah yang dikerjakan untuk memberantas peredaran narkoba harus juga mengagumkan, ” sebut Dadang.

Oleh karenanya, lebih Dadang, pihaknya menginginkan hubungan kerja dengan semuanya pihak untuk memberantas peredaran narkoba. “Kita tidak dapat sendiri-sendiri sekali lagi memberantas Narkoba serta mesti menyatu serta mesti mempunyai grand kiat, ” tegasnya Sumatera Utara serta Kota Medan yang letaknya dekat dengan Selat Malaka, menurut dia begitu riskan dengan lalulintas peredaran narkoba internasional, jadi polisi tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dalam memberantas narkoba.

“Kita mesti menyatu melwan serta memberantas peredaran narkoba dan mempunyai grand strategy memberantas Narkoba, “ tegas Dadang. Ia memberikan, bagaimanapun langkahnya semuanya pihak mesti berusaha mempersempit supply sekalian mempersempit market narkoba Berkaitan hadirnya Posko Pengaduan Tanda-tanda Tangkap Terlepas Narkoba itu, lebih Kapolrestabes Medan, mempunyai tujuan untuk penegakkan hukum jalan tambah baik (on the right trek) serta dapat melayani orang-orang dengan tambah baik serta transparan “Bila ada sistem service serta perlakuan Narkoba yang menyalah, bila ada tanda-tanda tangkap terlepas Narkoba silahkan melapor ke Posko ini, ” sebut Dadang seraya memberikan hadirnya Posko ini sekaligusmembuktikan kalau Polri selalu berbenah serta melakukan perbaikan diri untuk memberi service pada orang-orang.

Baca Juga ; Menteri Susi Bersama Bea Cukai, Kembali Amankan Benih Lobster 71 Ribu Ekor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *