KPK Sita 8 Mobil dan 8 Motor Mewah Bupati HST Kalsel, Hasil Korupsi

SitusviralIndonesia,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 8 mobil mewah serta 8 motor mewah milik tersangka Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) nonaktif Abdul Latif Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, penyidik KPK telah lakukan penyitaan pada 16 kendaraan yang disangka punya Abdul Latif di Kabupaten HST sekitaran Senin (12/3/2018).

Dari 16 kendaraan itu terdiri dua sisi. Semasing 8 mobil serta 8 motor.” 8 mobil terdiri atas 2 Rubicon, 2 Hummer, 1 Cadulac Escalade, 1 Vellfire, 1 BMW sport, serta 1 Lexus SUV. 8 motor terdiri atas 4 Harley, 1 BMW, 1 Ducati, serta 2 Trail KTM. Diambil alih dari (tempat tinggal) tersangka Bupati HST, karna disangka berkaitan dengan tindak pidana, ” tutur Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Bekas pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi KPK ini menjelaskan, 16 kendaraan itu diangkut serta dibawa ke Jakarta dengan memakai kapal. Keseluruhnya kendaraan dibawa mulai sejak Senin (12/3/2018) serta sekarang ini tetap dalam perjalanan ke Jakarta ” Penempatannya tengah dikoordinasikan dengan pihak Rubasan, sesudah tiba di Jakarta, ” ucapnya.

Abdul Latif yang Ketua DPW Partai Berkarya Kalimantan Selatan dengan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten HST Fauzan Rifani serta Direktur Paling utama PT Sugriwa Agung Abdul Basit telah diputuskan jadi tersangka penerima suap Rp3, 6 miliar dari tersangka pemberi Direktur Paling utama PT Menara Agung Pusaka Donny Witono Angka pemberian uang itu sesuai sama sangkaan prinsip fee project sebesar 7, 5% atau sekitaran Rp3, 6 miliar. Suap disangka berkaitan dengan dua project semasing pada th. biaya 2017 serta 2018.

Pertama, project pembangunan ruangan perawatan rawat inap Kelas I, II, VIP, serta Super VIP RSUD Damanhuri Barabai pada 2017 untuk empat lantai. Project dengan nilai pagu Rp 69. 089. 597. 000 serta harga perkiraan sesaat Rp65. 483. 045. 000 dimenangkan PT Menara Agung Pusaka Ke-2, pemberian berkaitan janji realisasi project besar di 2018 salah satunya pembangunan unit kritis darurat (UGD) RSUD Damanhuri Barabai. Masalah ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dikerjakan KPK pada Kamis (4/1/2018) kemarin.

Baca Juga : Viral, Satpol PP Siksa Sapi Hingga Terkapar