Napi Lapas Cipinang Kendalikan Sabu 10 KG Dari Lampung

Napi Lapas Cipinang Kendalikan Sabu 10 KG Dari Lampung

Napi Lapas Cipinang Kendalikan Sabu 10 KG Dari Lampung

Napi Lapas Cipinang Kendalikan Sabu 10 KG Dari Lampung – Satria, pemuda 24 th. dengan tiga orang partnernya cuma dapat pasrah waktu aparat kepolisian menggiringnya ke Markas Polres Lampung Selatan Awalannya, polisi menangkap Satria, sang kurir yang akan menyebrang di Pelabuhan Bakauheni dengan tas ransel diisi 10 kg narkoba type sabu Seperti disiarkan Patroli Indosiar, Sabtu (24/3/2018).

dari sana petugas meningkatkan masalah ini sampai menangkap tiga aktor beda jadi calon penerima termasuk juga Lestari, seseorang wanita yang bertempat di Jakarta Barat.

Napi Lapas Cipinang Kendalikan Sabu 10 KG Dari Lampung

Menurut Kapolda Lampung Irjend Pol Suntana, barang haram itu disangka datang dari luar negeri yang gagasannya diedarkan di Jakarta.

Ironisnya, pengiriman sabu yang datang dari Lampung ini dikendalikan oleh seseorang napi berinsial JF dari Lapas Cipinang, Jakarta. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, empat aktor ini diancam hukuman mati.

Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi, Mengaku karena Dipaksa Ibu

SitusViral – Anggota Polsek Kalideres menangkap pengedar narkotika type sabu berinisial LC (20). LC mengakui jual sabu karna dipaksa ibunya, D ” Hal semacam ini berdasar pada atas pernyataan dari LC sesudah di tangkap pada Jumat (16/3) malam, ” ucap Kapolsek Kalideres, Kompol Efendi, dalam keterangannya, Sabtu (17/3/2018)

LC juga mengakui dijatah 10 gr sabu satu hari untuk di jual. Dia di tangkap polisi di kamar kostnya di Jalan Klingit, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

” Ada tanda bukti berbentuk dua paket atau plastik klip kecil yang diisi sabu dengan brutto semuanya 0, 84 gr, ” ucap Efendi.

LC mengakui memperoleh barang haram itu dari ibunya yang tinggal di Kampung Ambon, Cengkareng. Sekarang ini, D tetap dalam sistem pengejaran petugas.

LC sesungguhnya tidak ingin jual sabu. Bahkan juga, saudaranya sekarang ini ditahan karna masalah narkoba.

” LC jual tanda bukti atas tekanan dari ibu kandungnya D, yang masih tetap DPO. Dia tinggal di Kampung Ambon, Cengkareng, serta sehari-hari dijatah 10 gr, ” ucap Efendi.

Aktor dipakai pasal 114 ayat (1) Sub. Pasal 112 ayat (1) UURI 35/2009 mengenai Narkotika.

Baca Juga : Seorang Driver Ojek Online Diringkus Karena Mengaku Anggota TNI

BNN Gagalkan Penyeludupan Ribuan Butir Pil Ekstasi Dan 2 KG Shabu

SitusViral – Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Bea Cukai kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis shabu serta ekstasi dari Malaysia ke Indonesia. Dalam operasi ini, petugas BNN menangkap dua tersangka, Edy Aris alias Haris yang melakukan tindakan jadi kurir serta NG Eng Aun alias Piter (warga negara Malaysia) Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari waktu di konfirmasi SitusViral.com, Rabu (14/03)

membetulkan ada penangkapan dua tersangka yang menyelundupkan narkotika dari Malaysia ke Indonesia Dari tangan ke-2 tersangka, menurut Arman, petugas mengamankan barang bukti berbentuk 30 ribu butir ekstasi, 2 kg shabu, dua unit handphone, serta satu unit mobil Toyota Calya Nopol KB 1437 SN Lebih jauh Arman menerangkan, operasi penangkapan penyelundup narkotika berdasar pada info orang-orang yang menyebutkan ada penyelundupan narkotika type shabu kristal serta ekstasi dari Kuching, Malaysia, ke Indonesia lewat perbatasan tidak resmi Sanggau, Kalimantan Barat.

Baca JugaViral, Satpol PP Siksa Sapi Hingga Terkapar

“Berdasarkan infomrasi itu, petugas BNN bekerja bersama dengan petugas Bea Cukai untuk lakukan penyelidikan di Lintas Trans Kalimantan, ” ungkap Arman Lalu, petugas BNN serta Bea Cukai menangkap Edy Aris waktu mengendarai mobil Toyota Calya Nopol KB 1437 SN. Didalam mobil itu, petugas temukan narkotika type shabu kristal seberat 2 kg serta ekstasi 30 ribu butir. SitusViral.Com

Baca Juga : Hasil Akhir 2-1 Manchester United Bungkam Liverpool Pada Leg Pertama

Waktu diinterogasi petugas, Edy Aris mengakui mendapat perintah membawa narkotika itu dari seorang bernama Piter, warga negara Malaysia, yang bermalam di Hotel Haris. Piter juga sukses di tangkap petugas “Pada waktu dikerjakan pengembangan pada tersangka yang lain di lokasi Siantan, Pontianak, tersangka Piter berupaya melarikan diri serta melawan petugas. Petugas BNN terpaksa bertindak tegas serta terarah pada Piter. Setelah itu, Piter dibawa ke RSUD Soedarso Pontianak, tapi dalam perjalanan tersangka wafat dunia, ” tutur Arman

Baca JugaGempa Di Taput, Terasa Hingga Daerah Medan

KAPOLRESTABES Meresmikan Posko, Dan Peringatan Waspada Pengedaran Narkoba

SitusViral – KAPOLRESTABES Medan Kombes Dadang Hartanto memberikan nasi tumpeng pada Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Priambodo SIK.

Indonesia : Kapolrestabes Medan Kombes, Dadang Hartanto menegaskan, sekarang ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Indonesia selalu dibanjiri narkoba. Diduga sebanyak 250 ton sabu dari luar negeri masuk ke Indonesia.

Korban meninggal karena konsumsi barang haram ini makin tambah Perhari 50 orang tewas serta 15 ribu orang meninggal dalam satu tahun. Penyebarannya juga makin masif, telah mencapai kesemua pelosok negeri.

Penggunanya dari beragam kelompok mulai orang dewasa hingga anak-anak. “Diprediksi 250 ton sabu masuk ke Indonesia. Ini ancaman berat untuk kita, ” kata Kapolrestabes waktu resmikan Posko Pengaduan Indikasi Tangkap Lepas Narkoba di Polrestabes Medan, Selasa (6/3).

Peresmian posko itu di hadiri beberapa Kapolsek, penggiat Narkoba serta BNN Sumut. Dia menyebutkan, banyak negara didunia menyuplai narkotika ke Indonesia Ramainya peredaran narkoba di Indonesia disebut-sebut mempunyai tujuan untuk menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

“ Indonesia sekarang ini darurat narkoba. Banyak narkoba datang dari luar negeri diprediksikan 250 ton masuk Indonesia. Beberapa telah di tangkap, paling akhir 1, 6 ton oleh BNN dengan Polrestabes serta BNN Sumut, “ kata Kapolrestabes.  Dia menyebutkan, narkoba musuh kita dengan, polisi serta BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas barang haram itu. Peranan orang-orang serta semuanya pihak begitu diinginkan. ”Polisi serta BNN begitu memerlukan peranan semuanya pihak, ” tegasnya

Baca Juga : Jadwal Pertandingan NBA, Senin 26 Februari 2018

.

Dadang menyebutkan, dengan 15 kg sabu saja sangatlah fantastis untuk menghancurkan generasi bangsa ini. Indonesia adalah market share atau market yang mengundang selera karna banyak beberapa orang yang bisa dipakai jadi pengedar serta pemakai Narkoba “Kejahatan narkoba ini adalah kejahatan yang begitu mengagumkan (extra ordinarycrime) jadi beberapa langkah yang dikerjakan untuk memberantas peredaran narkoba harus juga mengagumkan, ” sebut Dadang.

Oleh karenanya, lebih Dadang, pihaknya menginginkan hubungan kerja dengan semuanya pihak untuk memberantas peredaran narkoba. “Kita tidak dapat sendiri-sendiri sekali lagi memberantas Narkoba serta mesti menyatu serta mesti mempunyai grand kiat, ” tegasnya Sumatera Utara serta Kota Medan yang letaknya dekat dengan Selat Malaka, menurut dia begitu riskan dengan lalulintas peredaran narkoba internasional, jadi polisi tidak dapat bekerja sendiri-sendiri dalam memberantas narkoba.

“Kita mesti menyatu melwan serta memberantas peredaran narkoba dan mempunyai grand strategy memberantas Narkoba, “ tegas Dadang. Ia memberikan, bagaimanapun langkahnya semuanya pihak mesti berusaha mempersempit supply sekalian mempersempit market narkoba Berkaitan hadirnya Posko Pengaduan Tanda-tanda Tangkap Terlepas Narkoba itu, lebih Kapolrestabes Medan, mempunyai tujuan untuk penegakkan hukum jalan tambah baik (on the right trek) serta dapat melayani orang-orang dengan tambah baik serta transparan “Bila ada sistem service serta perlakuan Narkoba yang menyalah, bila ada tanda-tanda tangkap terlepas Narkoba silahkan melapor ke Posko ini, ” sebut Dadang seraya memberikan hadirnya Posko ini sekaligusmembuktikan kalau Polri selalu berbenah serta melakukan perbaikan diri untuk memberi service pada orang-orang.

Baca Juga ; Menteri Susi Bersama Bea Cukai, Kembali Amankan Benih Lobster 71 Ribu Ekor

Rizal Djibran Diduga Menggunakan Narkotika Jenis Sabu-Sabu

SitusViral – Penasihat serta pelindung Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Siswandi enggan berspekulasi sejauh mana Rizal Djibran masuk dalam jeratan narkoba ” Ya tidak tahu, bisa pemakai, bisa pecandu, bisa pengedar, ” ucap Brigjen Siswandi dalam jumpa pers Gedung Cawang Kencana, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (23/2/2018).

Baca Juga : Polri Kembali Amankan Kapal Yang Diduga Membawa Narkoba

Ia serta GPAN cuma melihat tanda-tanda Rizal memakai narkoba mulai sejak setahun yang lalu ” Tapi kan itu tidak dari hasil penyidikan, bila telah dari hasil penyidikan bisa kurang bisa lebih, tapi narasi itu (dia terindikasi) telah lama, ” lanjutnya.

Dikabarkan terlebih dulu, Rizal di tangkap oleh deretan Direktorat Kriminal Narkoba Bareskrim di tempat tinggalnya, Grand Wisata Bekasi Blok AD No. 1, Bekasi, Jawa Barat, pada 21 Februari.

Darinya polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 0. 66 gr

Baca Juga : PDIP Kembali Usungkan Jokowi Menjadi Calon Presiden 2019-2024

Polri Kembali Amankan Kapal Yang Diduga Membawa Narkoba

SitusViralIndonesia, Aparat kepolisian kembali mengamankan kapal yang disangka membawa sabu-sabu di Perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. “Saya memperoleh laporan ada penangkapan baru, kapal dibawa ke Tanjungbalai Karimun, dari Tim Paduan Bareskrim, ” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Batam, Kepri, Jumat.

Tetapi, ia belum juga bisa meyakinkan apakah kapal yang digiring ke Karimun itu membawa barang haram, narkotika atau barang beresiko yang lain. Ia menampik memberi pernyataan resmi berkaitan dengan hal tersebut.

Kapolri Tito serta Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi penghargaan pada tim paduan yang menggagalkan usaha penyelundupan 1, 6 ton sabu-sabu di Perairan Kepri Pada Selasa (20/2) sekitaran jam 02. 00 WIB, tim paduan lakukan penangkapan kapal yang mengangkut 81 karung dengan keseluruhan 1, 622 ton narkotika type sabu-sabu. Ia menyebutkan Tim Paduan Polri serta Bea Cukai telah mengintai kapal pembawa sabu-sabu seberat 1, 6 ton mulai sejak 2017. “Sudah lama dibarengi Polri serta Bea Cukai. Mulai Desember, info diperkembang, ” kata Kapolri Tito.

Baca Juga : Tidak Terima Ditilang Dan Melakukan Penganiayaan Terhadap Seorang Petugas

Sabu-sabu diselundupkan memakai kapal ikan yang disamarkan dalam kompartermen spesial serta masuk lokasi perairan NKRI. “Menyelamatkan generasi muda dari serangan jaringan internasional, ” kata dia.

Ditempat yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengapresiasi jajarannya yang sukses membuka penyelundupan sabu-sabu dalam jumlah besar itu. Ia juga berterima kasih pada orang-orang yang sudah bekerja bersama memberi info pada aparat atas usaha penyelundupan barang haram itu hingga dapat digagalkan.

Baca Juga : PDIP Kembali Usungkan Jokowi Menjadi Calon Presiden 2019-2024